Selamat Datang

Selamat datang di blog yang sederhana ini. Semua yang ada di blog ini merupakan apa yang saya baca dan saya pelajari ,semoga apa yang ada di blog ini dapat bermanfaat untuk kita semua.
Showing posts with label ilmu sosial. Show all posts
Showing posts with label ilmu sosial. Show all posts

Wednesday, September 26, 2012

Pengelompokan Industri


Istilah industri sering diidentikkan dengan semua kegiatan ekonomi manusia yang mengolah barang mentah atau bahan baku menjadi barang setengah jadi atau barang jadi. Dari definisi tersebut, istilah industri sering disebut sebagai kegiatan manufaktur (manufacturing). Padahal, pengertian industri sangatlah luas, yaitu menyangkut semua kegiatan manusia dalam bidang ekonomi yang sifatnya produktif dan komersial.
Karena merupakan kegiatan ekonomi yang luas maka jumlah dan macam industri berbeda-beda untuk tiap negara atau daerah. Pada umumnya, makin maju tingkat perkembangan perindustrian di suatu negara atau daerah, makin banyak jumlah dan macam industri, dan makin kompleks pula sifat kegiatan dan usaha tersebut. Cara penggolongan atau pengklasifikasian industri pun berbeda-beda. Tetapi pada dasarnya, pengklasifikasian industri didasarkan pada kriteria yaitu berdasarkan bahan baku, tenaga kerja, pangsa pasar, modal, atau jenis teknologi yang digunakan. Selain faktor-faktor tersebut, perkembangan dan pertumbuhan ekonomi suatu negara juga turut menentukan keanekaragaman industri negara tersebut, semakin besar dan kompleks kebutuhan masyarakat yang harus dipenuhi, maka semakin beranekaragam jenis industrinya.
Adapun klasifikasi industri berdasarkan kriteria masing-masing, adalah sebagai berikut.
1. Klasifikasi industri berdasarkan bahan baku
Tiap-tiap industri membutuhkan bahan baku yang berbeda, tergantung pada apa yang akan dihasilkan dari proses industri tersebut. Berdasarkan bahan baku yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri ekstraktif, yaitu industri yang bahan bakunya diperoleh langsung dari alam. Misalnya: industri hasil pertanian, industri hasil perikanan, dan industri hasil kehutanan.
b. Industri nonekstraktif, yaitu industri yang mengolah lebih lanjut hasilhasil industri lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri pemintalan, dan industri kain.
c. Industri fasilitatif atau disebut juga industri tertier. Kegiatan industrinya adalah dengan menjual jasa layanan untuk keperluan orang lain. Misalnya: perbankan, perdagangan, angkutan, dan pariwisata.
2. Klasifikasi industri berdasarkan tenaga kerja
Berdasarkan jumlah tenaga kerja yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri rumah tangga, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja kurang dari empat orang. Ciri industri ini memiliki modal yang sangat terbatas, tenaga kerja berasal dari anggota keluarga, dan pemilik atau pengelola industri biasanya kepala rumah tangga itu sendiri atau anggota keluarganya. Misalnya: industri anyaman, industri kerajinan, industri tempe/ tahu, dan industri makanan ringan.
b. Industri kecil, yaitu industri yang tenaga kerjanya berjumlah sekitar 5 sampai 19 orang, Ciri industri kecil adalah memiliki modal yang relative kecil, tenaga kerjanya berasal dari lingkungan sekitar atau masih ada hubungan saudara. Misalnya: industri genteng, industri batubata, dan industri pengolahan rotan.
c. Industri sedang, yaitu industri yang menggunakan tenaga kerja sekitar 20 sampai 99 orang. Ciri industri sedang adalah memiliki modal yang cukup besar, tenaga kerja memiliki keterampilan tertentu, dan pimpinan perusahaan memiliki kemapuan manajerial tertentu. Misalnya: industri konveksi, industri bordir, dan industri keramik.
d. Industri besar, yaitu industri dengan jumlah tenaga kerja lebih dari 100 orang. Ciri industri besar adalah memiliki modal besar yang dihimpun secara kolektif dalam bentuk pemilikan saham, tenaga kerja harus memiliki keterampilan khusus, dan pimpinan perusahaan dipilih melalui uji kemapuan dan kelayakan (fit and profer test). Misalnya: industri tekstil, industri mobil, industri besi baja, dan industri pesawat terbang.
3. Klasifikasi industri berdasarkan produksi yang dihasilkan
Berdasarkan produksi yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri primer, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang tidak perlu pengolahan lebih lanjut. Barang atau benda yang dihasilkan tersebut dapat dinikmati atau digunakan secara langsung. Misalnya: industri anyaman, industri konveksi, industri makanan dan minuman.
b. Industri sekunder, yaitu industri yang menghasilkan barang atau benda yang membutuhkan pengolahan lebih lanjut sebelum dinikmati atau digunakan. Misalnya: industri pemintalan benang, industri ban, industri baja, dan industri tekstil.
c. Industri tertier, yaitu industri yang hasilnya tidak berupa barang atau benda yang dapat dinikmati atau digunakan baik secara langsung maupun tidak langsung, melainkan berupa jasa layanan yang dapat mempermudah atau membantu kebutuhan masyarakat. Misalnya: industri angkutan, industri perbankan, industri perdagangan, dan industri pariwisata.
4. Klasifikasi industri berdasarkan bahan mentah
Berdasarkan bahan mentah yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri pertanian, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang diperoleh dari hasil kegiatan pertanian. Misalnya: industri minyak goreng, Industri gula, industri kopi, industri teh, dan industri makanan.
b. Industri pertambangan, yaitu industri yang mengolah bahan mentah yang berasal dari hasil pertambangan. Misalnya: industri semen, industri baja, industri BBM (bahan bakar minyak bumi), dan industri serat sintetis.
c. Industri jasa, yaitu industri yang mengolah jasa layanan yang dapat mempermudah dan meringankan beban masyarakat tetapi menguntungkan. Misalnya: industri perbankan, industri perdagangan, industri pariwisata, industri transportasi, industri seni dan hiburan.
5. Klasifikasi industri berdasarkan lokasi unit usaha
Keberadaan suatu industri sangat menentukan sasaran atau tujuan kegiatan industri. Berdasarkan pada lokasi unit usahanya, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri berorientasi pada pasar (market oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah persebaran konsumen.
b. Industri berorientasi pada tenaga kerja (employment oriented industry), yaitu industri yang didirikan mendekati daerah pemusatan penduduk, terutama daerah yang memiliki banyak angkatan kerja tetapi kurang pendidikannya.
c. Industri berorientasi pada pengolahan (supply oriented industry), yaitu industri yang didirikan dekat atau ditempat pengolahan. Misalnya: industri semen di Palimanan Cirebon (dekat dengan batu gamping), industri pupuk diPalembang (dekat dengan sumber pospat dan amoniak), dan industri BBM di Balongan Indramayu (dekat dengan kilang minyak).
d. Industri berorientasi pada bahan baku, yaitu industri yang didirikan di tempat tersedianya bahan baku. Misalnya: industri konveksi berdekatan dengan industri tekstil, industri pengalengan ikan berdekatan dengan pelabuhan laut, dan industri gula berdekatan lahan tebu.
e. Industri yang tidak terikat oleh persyaratan yang lain (footloose industry), yaitu industri yang didirikan tidak terikat oleh syarat-syarat di atas. Industri ini dapat didirikan di mana saja, karena bahan baku, tenaga kerja, dan pasarnya sangat luas serta dapat ditemukan di mana saja. Misalnya: industri elektronik, industri otomotif, dan industri transportasi.
6. Klasifikasi industri berdasarkan proses produksi
Berdasarkan proses produksi, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri hulu, yaitu industri yang hanya mengolah bahan mentah menjadi barang setengah jadi. Industri ini sifatnya hanya menyediakan bahan baku untuk kegiatan industri yang lain. Misalnya: industri kayu lapis, industri alumunium, industri pemintalan, dan industri baja.
b. Industri hilir, yaitu industri yang mengolah barang setengah jadi menjadi barang jadi sehingga barang yang dihasilkan dapat langsung dipakai atau dinikmati oleh konsumen. Misalnya: industri pesawat terbang, industri konveksi, industri otomotif, dan industri meubeler.
7. Klasifikasi industri berdasarkan barang yang dihasilkan
Berdasarkan barang yang dihasilkan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri berat, yaitu industri yang menghasilkan mesin-mesin atau alat produksi lainnya. Misalnya: industri alat-alat berat, industri mesin, dan industri percetakan.
b. Industri ringan, yaitu industri yang menghasilkan barang siap pakai untuk dikonsumsi. Misalnya: industri obat-obatan, industri makanan, dan industri minuman.
8. Klasifikasi industri berdasarkan modal yang digunakan
Berdasarkan modal yang digunakan, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri dengan penanaman modal dalam negeri (PMDN), yaitu industri yang memperoleh dukungan modal dari pemerintah atau pengusaha nasional (dalam negeri). Misalnya: industri kerajinan, industri pariwisata, dan industri makanan dan minuman.
b. Industri dengan penanaman modal asing (PMA), yaitu industri yang modalnya berasal dari penanaman modal asing. Misalnya: industri komunikasi, industri perminyakan, dan industri pertambangan.
c. Industri dengan modal patungan (join venture), yaitu industri yang modalnya berasal dari hasil kerja sama antara PMDN dan PMA. Misalnya: industri otomotif, industri transportasi, dan industri kertas.
9. Klasifikasi industri berdasarkan subjek pengelola
Berdasarkan subjek pengelolanya, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri rakyat, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik rakyat, misalnya: industri meubeler, industri makanan ringan, dan industri kerajinan.
b. Industri negara, yaitu industri yang dikelola dan merupakan milik Negara yang dikenal dengan istilah BUMN, misalnya: industri kertas, industri pupuk, industri baja, industri pertambangan, industri perminyakan, dan industri transportasi.
10. Klasifikasi industri berdasarkan cara pengorganisasian
Cara pengorganisasian suatu industri dipengaruhi oleh berbagai factor, seperti: modal, tenaga kerja, produk yang dihasilkan, dan pemasarannya. Berdasarkan cara pengorganisasianya, industri dapat dibedakan menjadi:
a. Industri kecil, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relatif kecil, teknologi sederhana, pekerjanya kurang dari 10 orang biasanya dari kalangan keluarga, produknya masih sederhana, dan lokasi pemasarannya masih terbatas (berskala lokal). Misalnya: industri kerajinan dan industri makanan ringan.
b. Industri menengah, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal relative besar, teknologi cukup maju tetapi masih terbatas, pekerja antara 10-200 orang, tenaga kerja tidak tetap, dan lokasi pemasarannya relative lebih luas (berskala regional). Misalnya: industri bordir, industri sepatu, dan industri mainan anak-anak.
c. Industri besar, yaitu industri yang memiliki ciri-ciri: modal sangat besar, teknologi canggih dan modern, organisasi teratur, tenaga kerja dalam jumlah banyak dan terampil, pemasarannya berskala nasional atau internasional. Misalnya: industri barang-barang elektronik, industri otomotif, industri transportasi, dan industri persenjataan.
11. Klasifikasi industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian
Selain pengklasifikasian industri tersebut di atas, ada juga pengklasifikasian industri berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perindustrian Nomor 19/M/ I/1986 yang dikeluarkan oleh Departemen Perindustrian dan Perdagangan. Adapun pengklasifikasiannya adalah sebagai berikut:
a. Industri Kimia Dasar (IKD)
Industri Kimia Dasar merupakan industri yang memerlukan: modal yang besar, keahlian yang tinggi, dan menerapkan teknologi maju. Adapun industri yang termasuk kelompok IKD adalah sebagai berikut:
1) Industri kimia organik, misalnya: industri bahan peledak dan industri bahan kimia tekstil.
2) Industri kimia anorganik, misalnya: industri semen, industri asam sulfat, dan industri kaca.
3) Industri agrokimia, misalnya: industri pupuk kimia dan industri pestisida.
4) Industri selulosa dan karet, misalnya: industri kertas, industri pulp, dan industri ban.
b. Industri Mesin Logam Dasar dan Elektronika (IMELDE)
Industri ini merupakan industri yang mengolah bahan mentah logam menjadi mesin-mesin berat atau rekayasa mesin dan perakitan. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut:
1) Industri mesin dan perakitan alat-alat pertanian, misalnya: mesin traktor, mesin hueler, dan mesin pompa.
2) Industri alat-alat berat/konstruksi, misalnya: mesin pemecah batu, buldozer, excavator, dan motor grader.
3) Industri mesin perkakas, misalnya: mesin bubut, mesin bor, mesin gergaji, dan mesin pres.
4) Industri elektronika, misalnya: radio, televisi, dan komputer.
5) Industri mesin listrik, misalnya: transformator tenaga dan generator.
6) Industri keretaapi, misalnya: lokomotif dan gerbong.
7) Industri kendaraan bermotor (otomotif), misalnya: mobil, motor, dan suku cadang kendaraan bermotor.
8) Industri pesawat, misalnya: pesawat terbang dan helikopter.
9) Industri logam dan produk dasar, misalnya: industri besi baja, industri alumunium, dan industri tembaga.
10) Industri perkapalan, misalnya: pembuatan kapal dan reparasi kapal.
11) Industri mesin dan peralatan pabrik, misalnya: mesin produksi, peralatan pabrik, the blower, dan kontruksi.
c. Aneka Industri (AI)
Industri ini merupakan industri yang tujuannya menghasilkan bermacammacam barang kebutuhan hidup sehari-hari. Adapun yang termasuk industri ini adalah sebagai berikut:
1) Industri tekstil, misalnya: benang, kain, dan pakaian jadi.
2) Industri alat listrik dan logam, misalnya: kipas angin, lemari es, dan mesin jahit, televisi, dan radio.
3) Industri kimia, misalnya: sabun, pasta gigi, sampho, tinta, plastik, obatobatan, dan pipa.
4) Industri pangan, misalnya: minyak goreng, terigu, gula, teh, kopi, garam dan makanan kemasan.
5) Industri bahan bangunan dan umum, misalnya: kayu gergajian, kayu lapis, dan marmer.
d. Industri Kecil (IK)
Industri ini merupakan industri yang bergerak dengan jumlah pekerja sedikit, dan teknologi sederhana. Biasanya dinamakan industri rumah tangga, misalnya: industri kerajinan, industri alat-alat rumah tangga, dan perabotan dari tanah (gerabah).
e. Industri pariwisata
Industri ini merupakan industri yang menghasilkan nilai ekonomis dari kegiatan wisata. Bentuknya bisa berupa: wisata seni dan budaya (misalnya: pertunjukan seni dan budaya), wisata pendidikan (misalnya: peninggalan, arsitektur, alat-alat observasi alam, dan museum geologi), wisata alam (misalnya: pemandangan alam di pantai, pegunungan, perkebunan, dan kehutanan), dan wisata kota (misalnya: melihat pusat pemerintahan, pusat perbelanjaan, wilayah pertokoan, restoran, hotel, dan tempat hiburan).

Thursday, August 9, 2012

Proyeksi Peta

PROYEKSI PETA

A. Pengertian
Proyeksi peta adalah pemindahan data topografi dari atas permukaan bumi ke atas bidang datar.

B. Syarat-Syarat

1. Comform,yaitu bentuk di peta harus sama dengan bentuk di permukaan bumi atau dengan kata lain mempertahankan bentuk.

2. Equivalent,yaitu luas di peta harus sama dengan luas di permukaan bumi atau dengan kata lain mempertahankan luas.

3. Equidistant,yaitu jarak di peta harus sama dengan jarak di permukaan bumi atau dengan kata lain mempertahankan jarak.

4. Arah,yaitu arah di peta harus sama dengan arah di permukaan bumi.


C. Klasifikasi Proyeksi Peta

a. Berdasarkan bidang proyeksinya
Proyeksi Azimuthal Di Bagian Kutub/Polar


  • 1. Proyeksi Azimuthal/Zenithal,yaitu proyeksi yang menggunakan bidang datar sebagai bidang proyeksi.Jenis proyeksi ini cocok di gunakan di daerah kutub,berikut gambarnya ..















  • 2. Proyeksi Cilinder/Cilindrical Projection,yaitu proyeksi yang menggunakan bidang silinder atau tabung sebagai bidang proyeksi. Jenis proyeksi ini cocok untuk daerah sekitar khatulistiwa.Berikut gambarnya .
Proyeksi Silinder




ow iya proyeksi silinder ini terbagi menjadi 3,yaitu : 1. proyeksi silinder normal, 2. proyeksi silinder transversal, 3. proyeksi silinder miring.
  •  3. Proyeksi Conical/Kerucut,yaitu proyeksi yang menggunakan kerucut sebagai bidang proyeksi .Berikut gambarnya .
contoh proyeksi dengan bidang kerucut

b. Berdasarkan kedudukan bidang proyeksinya

1. Proyeksi normal,yaitu proyeksi yang sumbu simetrisnya berhimpit dengan sumbu bumi.

2. Proyeksi transversal/equator,yaitu proyeksi yang sumbu simetrisnya tegak lurus dengan sumbu bumi yang terletak di equator.

3. proyeksi miring/obligue,yaitu proyeksi yang apabila sumbu simetrisnya membentuk sudut terhadap sumbu bumi/terletak pada satu titik antar kutub dengan equator.

c. Berdasarkan jenis unsur yang bebas dari distorsinya

1. Comform(mempertahankan bentuk)

2. Equivalent(mempertahankan luas)

3. Equidistant(mempertahankan jarak)

d. Berdasarkan gabungan kelompok di atas

1. Proyeksi silinder normal comform,cara membacanya adalah "bidang yang digunakan adalah silinder dengan kedudukan normal dan mempertahankan bentuk" selanjutnya anda artikan sendiri.

2. proyeksi kerucut normal comform

3. proyeksi   silinder transversal comform

4. proyeksi azimuthal normal comform
semoga bermanfaat ya :)

Tuesday, July 24, 2012

Esensi Filsafat

banyak yang mengira, filsafat adalah ilmu yang bertujuan mencari Tuhan, menerawang sesuatu secara metafisis, dll... meskipun itu tidak sepenuhnya salah, namun sebenarnya, esensi filsafat adalah mencari kebenaran... sejak permulaan peradaban manusia, hakikat manusia adalah menuangkan gagasan, pikiran, dan rumusan (idea) untuk mencari kebenaran, yang digunakan sebagai cara manusia memandang bagaimana hidup yang seharusnya (bertahan hidup)... namun di Zaman Modern saat ini, filsafat seringkali mengeritik seperti apa kebenaran itu, filsuf-filsuf ini biasanya berada di salah satu cabang filsafat, yaitu epistemologi (sebuah pembahasan secara struktural mengenai pengetahuan)... namun, sebenarnya kebenaran sudah dikritik para filsuf dari segala cabang, baik di zaman Klasik, ada yang memandang kebenaran sebagai suatu fakta yang tak perlu dikritik (absolut), ada yang memandang justru fakta hanya sebuah interpretasi dari berbagai perspektif (relatif) dan kecenderungan kosong (nihil), ada yang memandang kebenaran hanya ilusi dari realita yang sesungguhnya (mistik)... tapi, walaupun ada banyak sekali pemahaman mengenai kefaktaan, para filsuf, moralis, dan ilmuwan setuju dengan pandangan realis, bahwa obyek tunggal seperti apapun tetaplah tunggal, namun tetaplah pula subyek memandangnya.... belakangan, ilmuwan alam (khususnya ahli-ahli fisika dan mekanika kuantum setuju karena ada kaidah ketidak-pastian atom ketika diamati struktur perilakunya).

nah, oleh sebab itu, pada hakikatnya ide-ide filsuf itu hanya mengambang tak tentu arah... namun, pencarian akan kebenaran ini berbuah hasil menakjubkan, yang disebut sebagai budaya.


Apa Itu Budaya?

budaya adalah suatu hasil dari akal budi dan pikiran manusia, maksudnya, para filsuf ini telah banyak melewati banyak pertentangan (dialektika) yang berakhir pada pemikiran-pemikiran bijaksana... akhirnya setelah merasa mencapai sebuah "pencerahan", mereka mengajarkan etika dan moral dalam masyarakat (dengan berbagai metode) sehingga terciptalah sebuah sistem nilai yang mengukuhkan eksistensi manusia di dunia... banyak istilah untuk menyebut mereka, seperti nabi, rsi, wali, sufi, ilmuwan, dukun, sastrawan, dsbnya... namun, dalam hal ini, mereka disebut filsuf atau bisa dikatakan petuah bijak, karena mereka selalu bertuah dengan bijak dan kebijaksanaan mereka bersifat "sakti mandraguna"...

eits, jangan salah memahami kesaktian dan kekeramatan para filsuf, maksud dari sakti mandraguna ini adalah bahwa konsep-konsep atau ide-ide (gagasan) para filsuf telah mengilhami lahirnya sebuah budaya dan peradaban, yang utamanya adalah progress... lantas apa saja budaya itu?

yang termasuk dalam kategori budaya (berdasarkan definisi (batasan) di atas) adalah bahasa, moral, agama, ilmu pengetahuan, seni, dan dalam skala besar akan menjadi sebuah peradaban... dengan kata lain, budaya ini menciptakan sebuah sistem nilai (value system) dimana kondisi masyarakat sebagai obyeknya, dan akal sebagai subyeknya...

ya, kita perlu berterima-kasih, berkat filsafat, lahirlah ilmu pengetahuan, lahirlah agama, lahirlah moralitas, lahirlah kebijaksanaan... namun, berterima-kasih dalam arti bukan kepada filsafatnya, tapi kepada ide-ide "gila" filsuf yang di kemudian hari menjadi sebuah pedoman yang menginspirasi para agamawan, ilmuwan, negarawan, serta individu manusia yang terlibat dalam kosmos ini, untuk membuat sebuah progress bagi peradaban manusia, tanpa menafikan bahwa ternyata kebijaksanaan dapat pula melahirkan kerugian suatu peradaban, akibat dinamika pemikiran manusia.

sumber

Anggapan Salah Masyarakat Tentang Ilmu Filsafat

1. filsafat mengajarkan kesesatan
sebenarnya sesat, menyimpang, bid'ah, memiliki definisi yang sangat tergantung pada masing-masing orang, sangat relatif... dan bahkan tesis para filsuf dahulu dicap gila, sinting, sesat, tetapi di kemudian hari, tesis itu naik dan dianggap sebagai kebenaran, dan bahkan mempelopori lahirnya sebuah cabang ilmu pengetahuan tertentu dan atau berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan tsb... seperti diutarakan di atas, lahirlah sebuah peradaban yang baru... maka dari itu, pemikiran skeptis amat dibutuhkan sebagai pedoman dasar berfilsafat, bukan berarti menutup diri dari berbagai jawaban, justru terbuka atas berbagai macam jawaban...

2. filsafat hanya menghasilkan ilmu nujum, perdukunan, ramal-meramal, dan segala berbau takhayul
kata siapa? ilmu ekonomi lahir berkat filsafat, ilmu sosiologi lahir berkat filsafat, ilmu politik lahir berkat filsafat, ilmu kalkulus dan matematika lahir berkat filsafat, ilmu fisika lahir berkat filsafat, ilmu biologi lahir berkat filsafat, ilmu kimia lahir berkat filsafat, semua cabang ilmu pengetahuan dan derivatifnya juga lahir berkat filsafat.... seni dan ekspresi juga buah filsafat, agama Islam lahir berkat filsafat, agama Kristen lahir berkat filsafat, dll.... perdukunan juga lahir berkat filsafat, peperangan juga lahir berkat filsafat... hape lahir berkat filsafat, pesawat lahir berkat filsafat, bahkan facebook juga lahir berkat filsafat... Mark Zuckerberg pernah bilang dituduh telah mencuri ide-ide para pengembang aplikasi web jejaring sosial, si Mark orang Yahudi itu cukup menjawab enteng, "akulah telah membuat ide-ide itu jadi kenyataan! jadi itulah ideku, membuat ide-ide tsb menjadi kenyataan!"...

3. filsafat hanya mengajarkan imajinasi dan cara berkhayal
lho? bukankah manusia sejak dulu sampai sekarang selalu menggunakan imajinasinya? contoh, orang zaman purba dulu berimajinasi ingin bisa terbang, dan para filsuf yang juga ilmuwan juga bergelut karena percaya bahwa mereka bisa menciptakan suatu benda yang dapat membantu manusia terbang... hasilnya, pesawat, helikopter, balon udara, dll imajinasi dalam filsafat adalah imajinasi kreatif dan kontemplatif, dan bukan sembarang berkhayal, karena ketentuan berfilsafat adalah berpikir bijaksana...

4. para filsuf tidak lebih dari sekedar orang gila
ya, sebagian dianggap gila, karena orang awam tidak mengerti apa maksud dari perkataan para filsuf... ada filsuf berkata: "hakikat manusia adalah seks", maka orang awam akan menilai filsuf ini gila, ngeseks melulu isinya (padahal maksudnya bukan itu) para filsuf berkata: "Tuhan sudah mati", maka orang awam akan menilai filsuf ini sudah kehilangan akal, Tuhan kok mati? (padahal maksudnya bukan itu) para filsuf berkata: "Tuhan ada dalam diriku!", maka orang awam akan menilai filsuf ini gangguan kejiwaan dan sesat (padahal maksudnya bukan itu) intinya, orang awam hanya dapat meraba-raba kulit dari kata-kata filsuf, harfiah (letterlijk), bukan mengerti akan esensi (hakikat) dari kata-kata filsuf itu (figuurlijk) karena mereka tidak mempelajari konsep sang filsuf (biasanya mereka menolak mempelajarinya karena sudah terbawa penilaian sendiri atau pengaruh orang lain bahwa sang filsuf ini orang gila, buat apa dipelajari)... kita ambil contoh mudah, petuah "gajah di pelupuk mata sendiri tidak terlihat" dimaknai mereka secara letterlijk, mana mungkin gajah bisa nemplok di pelupuk mata (padahal bukan itu maksudnya)...

5. hati-hati!! belajar filsafat bisa jadi orang gila!
sejak kapan belajar bikin gila? :D mungkin maksudnya fenomena lelaku kebatinan yang bikin gila, gini, di antara pecinta filsafat, ada yang berkecimpung di dunia asketik atau mistik, dan mencoba bermeditasi spiritual dan supranatural, salah satu yang terkenal adalah "astral projection" (dalam beberapa meditasi spiritual seperti Buddhisme, astral projection merupakan tahap dasar untuk mengontrol kesadaran, atau meditasi Vipassana)... ketika "keasyikan" bermeditasi dan belum terbiasa mengontrol kesadaran, fenomena banyak menunjukkan sang pelaku tiba-tiba mengidap psikosis dan gangguan kejiwaan lainnya... ketika ditanya kepada keluarganya kenapa dia begitu, keluarganya yang awam berkata: "itu tuh karena belajar kebatinan gak kuat langsung gitu dah", "itu tuh karena belajar filsafat gak kuat langsung gitu dah", itu tuh ini tuh :D akhirnya gosip berkembang seperti itu... tapi ada juga yang tidak gila beneran, tapi kita menganggapnya gila... boleh di lihat di point ke-4 di atas...

6. belajar filsafat gak ada gunanya! mending belajar teknik bro, programming bro, bahasa inggris broo!!!
ya, anda pun juga tidak berguna di dunia filsafat :) selebihnya lihat point nomer 2.

sumber

Wednesday, July 18, 2012

Tentang Azimuth(mengukur sudut dari utara searah jarum jam)


Azimuth adalah sudut antara sasaran terhadap kutub magnetik bumi (sudut kompas) ada juga yang namanya Back Azimuth yang merupakan kebalikan dari Azimuth.
Dalam navigasi darat, azimut biasanya dinotasikan sebagai alfa , \ Alpha , Dan didefinisikan sebagai sudut horizontal diukur searah jarum jam dari garis dasar utara atau meridian . Azimuth juga menjadi lebih umum didefinisikan sebagai sudut horisontal diukur searah jarum jam dari setiap bidang acuan tetap atau mudah dibentuk garis dasar arah.
Saat ini, bidang referensi untuk azimut dalam konteks navigasi umum biasanya  diukur dari utara sebagai 0 ° azimut, meskipun satuan sudut lain ( grad , mil ) juga dapat digunakan. Dalam hal apapun, azimut tidak bisa melebihi jumlah tertinggi unit dalam lingkaran - untuk 360 ° lingkaran, ini adalah 359 derajat, 59 arcminutes, 59 detik busur (359 ° 59 '59 ").
Sebagai contoh, bergerak searah jarum jam pada lingkaran 360 derajat °, titik timur karena akan memiliki azimuth 90 °, selatan 180 °, dan barat 270 °. Namun, ada pengecualian: beberapa sistem navigasi menggunakan geografis selatan sebagai bidang referensi. Arah manapun berpotensi dapat berfungsi sebagai bidang referensi, selama itu didefinisikan secara jelas untuk semua orang menggunakan sistem itu.

Filsafat Dasar


  1. Pengertian filsafat
  • Harfiah filsafat berasal dari falsafatun(B.Arab) yang berakar dari Yunani Philo (cinta) danSophia (pengetahuan, hikmah)
  • Istilah(praktis) alam pikiran. Maksudnya, berpikir secara mendalam dan sungguh-sungguh.1
      • Filsafat : sejenis pengetahuan yang berusaha mencari sebab yang sedalam-dalamnya bagi segala sesuatu berdasarkan akal pikiran belaka.2
      • Filsafat : sejenis pengetahuan yang menyelidiki segala sesuatu dengan mendalam mengenai ketuhanan, alam semesta dan manusia sehingga dapat menghasilkan pengetahuan tentang bagaimana hakikatnya sejauh yang dapat dicapai oleh akal dan bagaimana sikap manusia setelah mencapai pengetahuan itu.3
      • Filsafat : the attempt to answer ultimate question critically.4
      • Filsafat : pemikiran teoritis tentang susunan kenyataan sebagai keseluruhan.5
      • Filsafat : a collective name for question which have not been answerd to the satisfication of all thathave asked them.6
    1. Apa yang dicari filsafat..?
    • Filsafat mencari:
    1. hakikat dari segenap kenyataan yang ada (garapan metafisika)
    2. hakikat dari sebagian kenyataan yang ada (garapan cabang filsafat).
    3. filsafat kealaman  mencari hakikat kealaman
    4. filsafat kejiwaan manusia  mencari hakikat manusia
    5. filsafat ketuhanan  mencari hakikat tuhan
    • metafisika adalah inti semua filsafat
    • filsafat adalah induk semua ilmu pengetahuan
    1. ilmu pengetahuan kefilsafatan
    2. ilmu pengetahuan kealaman
    3. ilmu pengetahuan kejiwaan manusia
    4. ilmu pengetahuan ketuhanan
    3. Apa Hakikat Itu..?
    • hal yang paling esensial (terdalam).
    • Sesuatu di belakang kenyataan, bersifat transcendental, di luar jangkauan indrawi.
    • hanya dapat dijangkau melalui penalaran murni (akal budi), renungan filsafat
    • merenung mencari hakikat adalah proses berfilsafat, contoh sehari-hari :
    melayat orang meninggal  ingat akan segala hal di belakang peristiwa tersebut yaitu;
    hakikat mati :
    • kembali ke asal
    • berhenti fungsi fisiologi
    • meninggalkan nilai-nilai : iman, amal ibadah

    Tuesday, July 17, 2012

    Pancasila Sebagai Ideologi Terbuka

    Sebenarnya ini kompetensi dasar pertama dalam pelajaran Pkn saya di sekolah,itu sebabnya saya posting disini.Mungkin saja ada teman-teman yang membutuhkan.


    Kedudukan Pancasila adalah sebagai Dasar Falsafah Negara (Philosofische Gronslag) dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, yang berarti pancasila merupakan suatu dasar nilai serta norma untuk mengatur penyelenggaraan pemerintahan Negara. 
                    Pancasila sebagai dasar falsafah Negara Indonesia merupakan ideologi yang terbuka,artinya pancasila memilki nilai-nilai tetap dan tidak bisa di rubah namun dalam kehidupan sehari-hari apat mengikuti perkembangan zaman tanpa merubah nilai-nilai yang ada di dalamnya,itu sebabnya Indonesia dapat mudah menerima hal-hal baru namun tidak menghilangkan ciri khas dari Indonesia.
                
                  Sebagai Ideologi terbuka, Pancasila mengharuskan bangsanya untuk selalu menyadari situasi kehidupan yang sedang dan akan dihadapinya, terutama menghadapi globalisasi dan era keterbukaan dunia dalam segala bidang. Ideologi Pancasila menghendaki agar bangsa Indonesia tetap bertahan pada segala kondisi          zaman dan dapat bergaul dengan dunia internasional namun tetap bersatu dalam ikatan Negara kesatuan Republik Indonesia.


    PERBEDAAN IDEOLOGI TERBUKA DAN TERTUTUP
    Ideologi Tertutup:
    1. Cita-cita sekelompok orang untuk melakukan suatu perubahan dalam suatu masyarakat
    2. Pengorbanan-pengorbanan masyarakat dibenarkan  atas nama ideologi
    3. Bersarkan isinya terdiri dari tuntutan-tuntutan konkret dan operasional yang keras, yang diajukan dengan mutlak.

    Ideologi Terbuka
    1. Bahwa nilai-nilai dan cita-citanya tidak dapat dipaksakan dari luar melainkan digali dan diambildari moral, budaya masyarakat itu sendiri.
    2. Dasarnya bukan keyakinan ideologis sekelompok orang melainkan hasil musyawarah masyarakat tersebut
    3. Isinya bersifat dasar, secara garis besar saja sehingga tidak langsung operasional
    disarikan dari berbagai sumber

    Friday, May 11, 2012

    Dasar-Dasar Akuntansi


    a. definisi akuntansi

    Definisi akuntansi dapat dilihat dari 2 (dua) sudut pandang yaitu:
    1. Fungsi dan Kegunaan
      Akuntansi merupakan aktivitas jasa yang berfungsi memberikan informasi kuantitatif mengenai kesatuan-kesatuan ekonomi terutama yang bersifat keuangan yang bermanfaat dalam pengambilan keputusan.
    2. Proses Kegiatan
      Akuntansi adalah seni mencatat, mengklasifikasi dan mengikhtisarkan transaksi-ttransaksi kejadian yang sekurang-kurangnya atau sebagaian bersifat keuangan dengan cara menginterpretasikan hasil-hasilnya.
        

    akuntansi dan tata buku 

    Akuntansi lebih luas dari Tata Buku sebab Tata Buku hanyalah pencatatan secara sistimatis transaksi/kejadian yang dinyatakan dengan nilai uang.

    cabang akuntansi

    Terdapat 3 (tiga) cabang akuntansi yaitu:
    1. Akuntansi keuangan
      Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak ekstern seperti investor, kreditor, dan Bapepam.

       
    2. Akuntansi manajemen 
      Adalah cabang akuntansi yang menghasilkan laporan keuangan bagi pihak intern organisasi atau manajemen.
    3. Akuntansi Pemerintah 
      Adalah cabang akuntansi yang memproses transaksi-transaksi keuangan pemerintah yang menghasilkan laporan keuangan sebagai bentuk pertanggungjawaban pelaksanaan APBN/APBD kepada rakyat melalui lembaga legislatif serta untuk kepentingan pihak-pihak yang terkait.
    B. SIKLUS AKUNTANSI
    siklus akuntansi adalah sebagai berikut:
    1. Pencatatan Data ke dalam dokumen sumber/bukti transaksi.
    2. Penjurnalan, yaitu menganalisis dan mencatat transaksi dalam jurnal (buku harian) 
    3. Melakukan posting ke Buku Besar yaitu memindahkan debet dan kredit dari jurnal ke rekening Buku Besar.
    4. Penyusunan Neraca Saldo yaitu menyiapkan Neraca Saldo unttuk mengecek keseimbangan Buku Besar.
    5. Membuat ayat jurnal penyesuaian dan memasukkan jumlahya pada Neraca Saldo.
    6. Membuat ayat-ayat penutup yaitu menjurnal dan memindahbukukan ayat-ayat penutup.
    7. Penyusunan Laporan Keuangan yaitu Laporan Rugi Laba, Laporaan Perubahan Modal dan Neraca.

     

     
    C. PERSAMAAN DASAR AKUNTANSI

     

     
    aktiva         = harta yang dimiliki perusahaan yang merupakan sumber 
    ekonomi. Contoh: kas, piutang, gedung dsb.

     
    Hutang     = kewajiban yang menjadi beban perusahaan. Contoh: 
    hutang pembelian kredit

     
    Modal         = hak atau klaim pemilik atas aktiva perusahaan. Contoh: 
    Setoran modal oleh pemilik.
    D. ANALISIS TRANSAKSI
    1. Transaksi yang mempengaruhi Aktiva 
      1. Pembellian aktiva/aset secara tunai
        Contoh     = suatu perusahaan membeli sebuah kendaraan seharga 
        Rp. 100.000.000,- secara tunai
        Analisis    = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas 
        perusahaan berkurang sebesar Rp. 100.000.000,- dan kendaraan bertambah senilai Rp. 100.000.000,-

         
      2. Pembelian aktiva/aset secara kredit
        Contoh     = suatu perusahaan membeli mesin foto kopi seharga 
        Rp.50.000.000,- secara kredit.
        Analisis     = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu 
        peralatan bertambah senilai Rp. 50.000.000,-dan Hutang bertambah senilai Rp. 50.000.000,-.
      3. Penjualan aktiva/aset secara tunai
        Contoh     = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga 
        Rp.80.000.000,- secara tunai .
        Analisis     = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu kas 
        perusahaan bertambah sebesar Rp. 80.000.000,- dan kendaraan perusahaan berkurang senilai Rp.80.000.000,-

       
      1. Penjualan aktiva/aset secara kredit
        Contoh    = suatu perusahaan menjual kendaraan seharga 
        Rp.150.000.000,- secara kredit
        Analisis     = transaksi tersebut akan mempengaruhi aktiva yaitu 
        kendaraan berkurang senilai Rp. 150.000.000,- dan piutang perusahaan bertambah sebesar Rp.150.000.000,-

     
    1. Transaksi yang mempengaruhi Hutang
      1. Pembelian aktiva/aset secara kredit
        Contoh     = suatu perusahaan membeli sebuah mesin secara kredit 
        seharga Rp. 200.000.000,-
        Analisis     = transaksi tersebut akan mempengaruhi hutang yaitu 
        hutang perusahaan bertambah sebesar Rp.200.000.000,- dan peralatan bertambah sebesar Rp.200.000.000,-. 
            
      2. Pembayaran hutang
        Contoh     = suatu perusahaan membayar hutang sebesar 
        Rp.50.000.000,-
        Analisis     = transaksi tersebut mempengaruhi hutang yaitu 
        Hutang perusahaan berkurang sebesar Rp. 50.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp. 50.000.000,-.
    2. Transaksi yang mempengaruhi Modal
      1. Penambahan investasi pemilik
        Contoh     = Mr. X melakukan penyetoran sebesar Rp. 75.000.000,- 
        ke kas perusahaan sebagai tambahan modal.
        Analisis     = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu 
        modal perusahaan bertambah sebesar Rp. 75.000.000,- dan kas perusahaan bertambah sebsesar Rp. 75.000.000,-.

         
      2. Pengurangan investasi pemilik
        Contoh     = Mr. T melakukan penarikan uang perusahaan untuk 
        keperluan pribadi sebesar Rp. 25.000.000,-
        Analisis     = transaksi tersebut akan mempengaruhi modal yaitu 
        modal perusahaan berkurang sebesar Rp. 25.000.000,- dan kas berkurang sebesar Rp. 25.000.000,-.

     
    Latihan 1
    Transaksi yang mempengaruhi Aktiva: 
    Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:
    1. Pembelian aktiva tetap secara tunai senilai Rp. 2.000.000,-
    2. Penerimaan kas atas piutang perusahaan senilai Rp. 200.000,-

     
    Jawab:
    1. …………………………………………………………………………………………
      …………………………………………………………………………………………
    2. …………………………………………………………………………………………
      …………………………………………………………………………………………
    Latihan 2
    Transaksi yang mempengaruhi Hutang:
    Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:
    1. Pembelian aktiva tetap secara kredit senilai Rp. 4.000.000,-
    2. Pembayaran hutang senilai Rp. 100.000,-

     
    Jawab:
    1. …………………………………………………………………………………………
      …………………………………………………………………………………………
    2. …………………………………………………………………………………………
      …………………………………………………………………………………………
      Latihan 3 
      Transaksi yang mempengaruhi Modal:
    Analisislah transaksi-transaksi sebagai berikut:
    1. Penambahan investasi oleh pemilik sbesar Rp. 3.000.000,-.
    2. Pengambilan untuk pribadi sebesar Rp.300.000,-
    Jawab:
    1. ………………………………………………………………………………………
      ………………………………………………………………………………………
    2. ………………………………………………………………………………………
      ………………………………………………………………………………………
            
    E. BASIS AKUNTANSI
    Basis akuntansi menyatakan saat pengakuan atas transaksi yang merupakan dasar pencatatan transaksi tersebut.
    Terdapat 2 (dua) basis akuntansi yaitu basis kas dan basis akrual.

     
    BASIS KAS
    Suatu transaksi yang diakui dan dicatat berdasarkan saat kas diterima dan dikeluarkan.

     
    Basis Akrual
    Suatu transaksi diakui dan dicatat berdasarkan pengaruh transaksi pada saat kejadian dan dicatat serta dilaporkan pada periode yang bersangkutan.

     
    Latihan 4
    Hotel SEPITRUS pada tanggal 30 Desember 2002 menerima pembayaran dimuka sewa kamar dari seorang tamu hotel sebesar Rp. 1.000.000,- untuk sewa kamar selama 4 hari.
    Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual?

     
    Jawab:
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………

     
    Latihan 5
    Pada tanggal 1 Januari 2000 telah dilakukan pembayaran biaya iklan untuk periode 24 bulan sebesar Rp. 24.000.000,-.
    Bagaimana pencatatan dan pelaporan transaksi tersebut dengan basis kas dan basis akrual? 

     
    Jawab:
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………
    …………………………………………………………………………………………